Langkah Pertama Menuju Mimpi: Cerita dari KBM App
Langkah Pertama Menuju Mimpi: Cerita dari KBM App
Hai, hai! Aku kembali lagi untuk berbagi cerita tentang mimpi yang perlahan mulai terwujud. Sebuah pencapaian kecil yang memotivasiku untuk terus berjuang. Ini tentang pengalaman pertamaku mendapatkan sertifikat dari sebuah aplikasi hijau, KBM App. Setelah lima tahun aktif di platform kepenulisan ini, akhirnya aku berhasil mendapatkan sertifikat pertamaku.
Aplikasi ini didirikan oleh sepasang suami istri yang juga penulis, Asma Nadia dan Isa Alamsyah. Perasaanku campur aduk ketika tim KBM App memberitahuku bahwa naskahku masuk dalam 30% naskah terbaik di kompetisi Literasi Indonesia Season 9. Aku merasa sangat bersyukur karena ini adalah pertama kalinya aku meraih pencapaian seperti ini sejak memiliki akun KBM App.
Aku membuat akun KBM App sejak aplikasi itu pertama kali diluncurkan pada tahun 2020. Aku mendapatkan informasi ini dari seorang teman di Facebook yang mengabarkan bahwa Komunitas Bisa Menulis (KBM), yang dulunya grup Facebook, kini telah memiliki aplikasinya sendiri.
Awalnya, aku tidak terlalu percaya diri untuk mengikuti kompetisi di aplikasi ini. Aku merasa tidak sebanding dengan penulis-penulis lain yang sudah ahli. Meskipun aku hobi menulis, caraku masih berantakan dan tanganku sangat lambat. Dulu, aku hanya menulis puisi di aplikasi ini dan tidak terlalu tertarik dengan kompetisi yang ada karena belum punya keberanian. Keberadaanku di KBM App seperti orang yang "tenggelam", kadang hadir kadang tidak. Aku juga sempat menulis banyak buku yang tidak selesai. Kini, sebagian besar tulisan awal itu sudah kuhapus. Hanya kumpulan puisiku dari tahun 2020 yang masih bertahan dan kuanggap sebagai buku pertamaku, Puisi Sunyi.
Novel pertamaku yang selesai berjudul Cinta Abadi Jasmin. Awalnya, judulnya adalah Mahar Fantastis Janda Pangeran dan sempat ada video promonya di YouTube pribadiku, Jaza Pinky. Tapi seiring berjalannya waktu, judulnya kuubah menjadi Cinta Abadi Jasmine. Novel ini selesai dengan 23 bab dalam waktu yang cukup lama.
Kompetisi pertama yang kuikuti di KBM App adalah Star Writing Contest 7 di tahun 2024. Sebenarnya, aku pernah ingin ikut kompetisi sebelumnya, tapi akhirnya aku mengundurkan diri. Aku sempat beberapa kali mengikuti kontes penulisan lain di KBM App, tapi selalu gagal lolos seleksi. Hingga akhirnya, aku mendaftarkan naskah untuk kompetisi Literasi Indonesia Season 9 yang dimulai setelah lebaran Idulfitri. Naskah ini sebenarnya sudah kutulis sekitar 45 bab, menjelang akhir-akhir puasa. Saat itu aku juga sedang mengikuti kompetisi Event Special Ramadhan Bagian Kedua dengan novel berjudul Takjil Misterius di Kamar Raya yang hanya memiliki 34 bab, tapi aku belum lolos seleksi.
Aku berusaha semaksimal mungkin untuk menulis naskahku dengan rapi, meskipun masih banyak kesalahan. Tapi aku tetap bersyukur bisa masuk 30 besar dan mendapatkan sertifikat serta koin apresiasi dari KBM App. Bagiku, ini sudah membuat sebagian dari mimpiku terwujud dan menjadi penyemangat untuk terus berkarya sebagai seorang penulis.
Pelajaran yang Kudapat dari Pengalaman Ini
Ada beberapa pelajaran penting yang bisa kupetik dari pengalaman mendapatkan sertifikat pertamaku ini:
* Yakin dan Berusaha: Segala sesuatu yang kamu inginkan, cepat atau lambat pasti akan terwujud, selama kamu meyakininya dan mengusahakannya semampumu. Jangan lupa untuk terus berdoa dengan penuh keyakinan.
* Persiapan yang Matang: Saat akan mengikuti lomba, persiapkan segala sesuatunya dengan baik. Dari pengalamanku menulis novel Harga Sebuah Malam yang sudah kutulis jauh-jauh hari, aku sadar bahwa untuk lolos seleksi, kita butuh naskah yang sudah jadi minimal 10-30 bab atau lebih. Keuntungannya, kita tidak akan terlalu keteteran saat proses penjurian. Minimal 30 bab sudah pasti masuk dalam penilaian juri, dan ini akan menjadi nilai plus.
Sebuah Awal yang Baru
Sertifikat pertamaku dari KBM ini adalah sebuah puncak di titik awal. Ini memotivasiku untuk terus mencoba lagi di aplikasi ini dan menjadi semangat baru dalam dunia kepenulisan. Yang paling istimewa dari sertifikat ini adalah ini adalah sertifikat pertamaku dalam dunia penulisan novel. Ini menjadi awal yang baik untuk mewujudkan mimpi-mimpiku dari sebuah beautiful dream menjadi a true dream, dari mimpi yang indah menjadi sebuah mimpi yang nyata.
Sore itu, aku ingat sekali, setelah bangun tidur siang dan menyalakan ponsel, aku mendapatkan pesan dari tim KBM App. Mereka mengabarkan bahwa aku berhak mendapatkan hadiah apresiasi koin emas dan perak, serta sertifikat karena naskahku berhasil masuk 30 naskah terbaik. Awalnya aku tidak menyadarinya. Ketika aku tahu, aku hanya bisa bersyukur, Masya Allah Tabarakallah Alhamdulillah.
Aku sangat bahagia. Semoga apa yang kudapatkan ini bisa menjadi bukti bahwa suatu saat nanti aku bisa menjadi sosok yang mandiri. Ini adalah langkah pertama untuk mewujudkan mimpi yang kuimpikan sejak dulu, sebuah beautiful dream menjadi a true dream.
Seperti lirik lagu yang kuingat, "Jika tidak hari ini, mungkin minggu depan. Jika tidak minggu ini, mungkin bulan depan. Dan jika bukan bulan ini, mungkin bulan depan." Yakinlah, di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Tetap semangat dan penuh keyakinan untuk meraih mimpi.
#Inspirasi & Motivasi:, #Kepenulisan, #CeritaPribadi ,#masyaallah #Kbmapp
Komentar
Posting Komentar