Awal Kekecewaan, Awal Pendewasaan

Bismillahirrohmanirrohim. Hai, selamat menikmati malam kalian semua. Aku ingin berbagi sedikit cerita tentang rasa kecewa. Kadang, kekecewaan bisa menjadi awal dari ketetapan hati kita untuk meraih kesuksesan.
Beberapa tahun lalu, ada seseorang yang aku suka. Lucunya, aku baru menyadari perasaan itu sekarang. Selama bertahun-tahun perasaan ini mereda dan tidak pernah aku sadari. Tapi, ternyata, orang yang pernah aku suka itu kini kembali, dan aku menyadari bahwa aku bukanlah tipenya. Mungkin ini hanya perasaanku saja, layaknya "virus merah jambu" seperti yang sudah-sudah. Apalagi orang itu tidak tahu. Mungkin ini hanya karena aku mengidolakannya. Dia menginginkan sosok yang lebih muda darinya, sementara aku dengannya hanya berjarak beberapa bulan.

Kekecewaan ini memang ada, tapi tidak sedalam yang dulu-dulu. Anggap saja ini sebagai bentuk pendewasaan diri untuk merajut mimpi-mimpi indah, seperti nama blog ini yang penuh semangat. Aku yakin, jodoh tidak akan kemana. Rasa kecewa ini menjadi pelajaran bagiku. Siapa tahu, dengan kekecewaan ini, aku bisa menjadi lebih dewasa dan berubah menjadi lebih baik demi meraih mimpi-mimpiku. Dari "microfon dream" menjadi "A beautiful dream come true", sebuah mimpi indah yang menjadi kenyataan.
Untuk meraihnya, memang kita butuh proses dan ujian. Urusan 'virus merah jambu' ini bukanlah yang pertama kali aku alami. Semoga ke depannya aku bisa lebih fokus belajar dan mengejar mimpiku sendiri. Yakinlah, kalau lagi kena 'virus merah jambu', tetap santai saja. Mungkin itu juga hanya ujian dari Allah subhanahu wa ta'ala agar kita bisa berubah menjadi lebih baik dan tidak mudah putus asa.
Tetap semangat, wahai diriku, untuk mewujudkan mimpi-mimpi indahku, karena di setiap takdir yang kita lewati—baik suka atau tidak—kita akan menemukan hikmah yang baik pada akhirnya. Bukankah dalam hidup ini kita memang lebih banyak diuji untuk menjadi lebih baik setiap harinya, dengan segala cerita takdir yang sudah digariskan bahkan sebelum kita dilahirkan?
Jodoh, takdir, dan rezeki sudah ada yang mengaturnya. Kita tinggal berusaha dan memperbaiki diri agar mendapatkan yang lebih baik dari yang kita bayangkan. Karena di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, kan?
Jadi, tetap semangat buat kalian yang kebetulan membaca tulisan ini, dan juga buat aku sendiri, untuk meraih mimpi walau dengan segala keterbatasan dan ujian yang aku hadapi saat ini. Demikian ceritaku hari ini. Semoga bermanfaat dan ada hikmah serta pelajaran yang bisa kalian ambil dari tulisanku ini.

Penajam,Jumat, 12 September 2025
Pukul 22.06 WITA
Oleh: Jannatul Zahra

Meta Deskripsi: Sebuah cerita tentang kekecewaan yang berujung pada pendewasaan diri. Dari 'virus merah jambu' hingga tekad untuk mengejar mimpi, tulisan ini mengajak kita yakin bahwa setiap ujian membawa hikmah ujian membawa hikmah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita di Balik Jurnal Maya: Membangun Mimpi Menjadi Blogger Profesional

Membuat Blog Baru ( Lagi)